Senin, 22 Maret 2010

UJI MC/MR KANDUNGAN UAP AIR SERAT

I. Maksud dan tujuan
Untuk mengetahui kemampuan serat dalam menyerap uap air dalam kondisi standar
II. Teori Dasar
Kemampuan serat menyerap uap air (sifat higroskops) dipengaruhi oleh struktur kimia dari seratnya, sebagai contoh serat selulosa dapat menyerap uap air dikarenakan banyaknya gugus hidroksil yang dikandungnya.
Kadar uap air dalam serat biasanya dinyatakan dinyatakan dalam moisture regain (MR) atau moisture content (MC) yang dinyatakan dengan rumus :

Moisture Content (%) = Berat Asal – Berat Kering Mutlak x 100 %
Berat Asal

Moisture Regain (%) = Berat Asal – Berat Kering Mutlak x 100 %
Berat Kering Mutlak

Pengukuran kadar uap air harus dilakukan pada kondisi standar yaitu pada kondisi dengan RH 65% dan suhu 210C.


III. Alat – alat
1. Oven
2. Eksikator
3. Botol Timbang
4. Gegep Penjepit
5. Neraca Analitik

IV. Bahan
1. Kapas
2. Rayon Viskosa
3. Rami
4. Sutera
5. Wool
6. Poliester
7. Poliakrilat
8. Poliamida / nylon
9. Poliester : Kapas
10. Poliester : Wool
11. Poliester : Rayon

V. Cara kerja :
1. Botol timbang di oven selama 15 – 20 menit pada suhu 105 – 1100C
2. Botol timbang disimpan dalam eksikator selama 20 menit
3. Timbang berat botol kosong (A gram)
4. Timbang contoh uji dan botol timbang (B gram)
5. Contoh uji dan botol timbang di oven dalam suhu 105 – 1100C
6. Contoh uji dan botol timbang disimpan dalam eksikator selama 15 – 20 menit
7. Timbang contoh uji dan botol timbang (C gram)

VI. Perhitungan
Berat Botol Kosong : A gram
Berat CU + Botol Kosong : B gram
Berat Basah : (B –A) gram
Berat Kering : (C – A) gram
Moisture Content (MC) = (B – A) x 100 %
(B)
Moisture Regain (MR) = (C – A) x 100 %
(B)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar